
Belum Gagal 7 Kali
Menjadi pegawai…… Ada yang menikmati dengan setulus hati, ada yang dengan setengah hati menjalani ada yang dengan berat hati. Ngobrol dengan para praktisi membuat narasi tersendiri di otak tentang bagaimana jungkir baliknya mereka mengawali bisnisnya.

Sisi baik dari yang unik
Seharian ngobrol sana sini dengan para pedagang aksesoris dan pengrajin batu dan permata di Pasar Rawabening selalu menyenangkan. Lupa sama kaki lumayan pegel memutari lantai satu dan lantai dasar di Gems Center Rawabening. Salah satu pedagang yang cukup dikenal baik, sebut namanya bapak Dasril istri dan anaknya.

Modal Bank, Picu Untung Atau Buntung?
Ibu Agatha dan bapak Sriwidodo, pengusaha pengrajin tas merek salah satu MLM di Indonesia yang cukup ternama.
Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan mereka, pasangan suami istri ini sopan dan sederhana. Terdapat 5 pengrajin tas yang saya temui waktu itu. Dua diantaranya saya kenal cukup baik, yaitu keluarga ini dan salah satunya, sebutlah p Oji namanya.
Monday, January 2, 2012
Tuesday, December 27, 2011
Peluang bisa datang tak terduga
Minggu ini berkutat dengan bisnis sepeda. Belajar tentang keberanian untuk memulai sesuatu. Belajar dari pengalaman orang berani memutuskan untuk berhenti dari zona nyaman menjadi pegawai, bermodal kenekatan untuk memasuki bisnis yang ia sendiri tidak begitu memahami sebelumnya.
Tokonya tidak terlalu besar, plang nama toko sepeda dapat dibaca dari jalan Pasar Minggu Raya. Ruko tiga lantai berukuran standar, dimana lantai satu dipergunakan untuk display sepedanya, terpampang program-program promosi dengan beberapa bank, seperti cicilan dengan bunga ringan. Sepeda digantung rapi di langit-langit ruko, berikut bandrol harga yang terpasang untuk masing-masing barang dagangannya. Serta display sepeda khusus diskon dipajang di depan toko, sehingga menarik perhatian dari luar.
Labels:
peluang bisnis
Manisnya manggis dan legitnya markisa
Bertemu dengan salah satu pedagang manggis dan markisa di pasar kramat jati jadi memberikan wawasan bagaimana apabila kita berbisnis buah-buahan. Ketika saya baca di koran, banyak buah lokal yang tergerus oleh buah buahan impor, salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati yang berdagang manggis dan markisa, tidak khawatir dengan serbuan buah impor.
“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.
Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.
“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak 1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini” papar si bapak.
Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:
“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.
Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.
“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak 1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini” papar si bapak.
Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:
Labels:
bisnis buah,
cerita bisnis,
inspirasi
Dibalik glamornya tas tas mahal
Berkunjung ke salah satu butik tas bermerek seperti H****s, membuat ingin menelan ludah. Bagaimana tidak. Ketika diberitahu harga-harganya, bukan bayangin ngeteng tas itu, yang terbayang malah mobil dan rumah. Harga tas setara harga mobil atau rumah siih.
“Ini berbahan dasar bayi croco, terbuat dari 2 bayi croco dengan treatment sangat spesial” . Kata si empunya butik sambil menunjuk ke tas H****s warna hijau. Dalam hati berujar. Aduuuh malang nian nasib bayi crocodile itu.
“Yang warna pink ini harganya Rp. 500juta.” Lanjutnya lagi berpindah ke tas bermerek sama warna pink. “Kalau ini terbuat dari beberapa ekor burung unta. Yang diambil hanya kulit bagian perutnya. Lebih halus” katanya. Kebayang itu burung unta menangis meraung-raung sewaktu dipotong.
“Ini berbahan dasar bayi croco, terbuat dari 2 bayi croco dengan treatment sangat spesial” . Kata si empunya butik sambil menunjuk ke tas H****s warna hijau. Dalam hati berujar. Aduuuh malang nian nasib bayi crocodile itu.
“Yang warna pink ini harganya Rp. 500juta.” Lanjutnya lagi berpindah ke tas bermerek sama warna pink. “Kalau ini terbuat dari beberapa ekor burung unta. Yang diambil hanya kulit bagian perutnya. Lebih halus” katanya. Kebayang itu burung unta menangis meraung-raung sewaktu dipotong.
Labels:
fashion
Bisnis pun perlu empati
Memiliki anak yang perlu penanganan khusus memang perlu kesabaran khusus. Baik mengenai biaya penanganannya maupun penanganan anaknya sendiri.
Pagi tadi berkunjung ke suatu lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Depok. Saya dan suami sedang ada di sana, suatu kebetulan. Di ruang tunggu terdapat tv yang menampakkan kegiatan belajar para anak berkebutuhan khusus.
Sedang asiknya memperhatikan kegiatan belajar melalui tv di ruang tunggu, muncul ibu muda, sepertinya anaknya salah satu murid di sana. Ia mengeluarkan sejumlah uang, nominal yang lumayan juga, sepertinya untuk pembayaran uang pendidikan anaknya di sana. Dari pembicaraan dengan pegawai di sana, tahulah saya, bahwa si ibu bermaksud untuk berhenti menggunakan jasa pendidikan untuk anaknya di sana.
“Mba, ini uang pembayaran bulan ini. Saya bisa ketemu dengan pemiliknya nggak mba, ada yang mau saya bicarakan” tanya si ibu.
Pagi tadi berkunjung ke suatu lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Depok. Saya dan suami sedang ada di sana, suatu kebetulan. Di ruang tunggu terdapat tv yang menampakkan kegiatan belajar para anak berkebutuhan khusus.
Sedang asiknya memperhatikan kegiatan belajar melalui tv di ruang tunggu, muncul ibu muda, sepertinya anaknya salah satu murid di sana. Ia mengeluarkan sejumlah uang, nominal yang lumayan juga, sepertinya untuk pembayaran uang pendidikan anaknya di sana. Dari pembicaraan dengan pegawai di sana, tahulah saya, bahwa si ibu bermaksud untuk berhenti menggunakan jasa pendidikan untuk anaknya di sana.
“Mba, ini uang pembayaran bulan ini. Saya bisa ketemu dengan pemiliknya nggak mba, ada yang mau saya bicarakan” tanya si ibu.
Labels:
inspirasi
Tuesday, September 27, 2011
Bisnis Jujur
Makan siang rame-rame bersama teman. Ketika spontan salah satu dari kami mengusulkan makan sate, salah satu teman mengusulkan Sate Giyo aja.“Hmm, enak?” Tanya bos. “Satenya gede-gede, tapi empuk banget boss” jawab teman saya.
Akhirnya cabutlah kita ke sana. Berlokasi di bypass Jl. A. Yani, di pinggir jalan tertulis papan Sate Giyo” banyak mobil berjajar di sana. Tempatnya sederhana. Di depan jajaran kontrakan penduduk, memanjang ke samping. Ada barangkali 10 meja berjajar, 8 tempat duduk untuk masing-masing barisnya. Penuuh. Kalau makan di tempat yang pertama kali kita datangi untuk makan, ketika antrian penuh, parkir susah, makin bikin penasaran. Sensasi rasa apa nih yang bakalan dirasain.
Labels:
kuliner
Monday, September 26, 2011
DREAMLAND - Edisi Pulang kampung Lebaran
Lebaran, bagi yang punya kampung halaman, saatnya mudik mudik. Sebagai emak emak beranak dua yang masih kecil-kecil, di kampung halaman, agenda utama yang jadi keinginan anak-anak adalah berenang.
Di sekitar kampung halaman saya di Karang Bawang, lebih kurang 20km dari Purwokerto, ada satu desa, Pancasan, di tempat itu ada kolam renang kecil, tempat saya biasa berenang jaman SMP belasan tahun lalu. Ketika berkunjung kesana beberapa bulan lalu, kondisi kolam renang masih sama persis dengan kondisi belasan tahun lalu, jaman saya SMP berenang di situ.
Labels:
Liburan
Subscribe to:
Posts (Atom)







