<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509</id><updated>2012-02-28T02:44:28.470-08:00</updated><category term='kuliner'/><category term='sembako'/><category term='perhiasan'/><category term='elpiji'/><category term='ukm'/><category term='bisnis'/><category term='peluang bisnis'/><category term='kroya'/><category term='bisnis buah'/><category term='gas'/><category term='property'/><category term='inspirasi'/><category term='usaha perak'/><category term='fashion'/><category term='gems'/><category term='cerita bisnis'/><category term='Ijin usaha'/><category term='MLM'/><category term='batu permata'/><category term='kredit bank'/><category term='Liburan'/><title type='text'>Cerita Bisnis</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-7735050120322039058</id><published>2012-01-02T01:10:00.001-08:00</published><updated>2012-01-02T01:15:37.543-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div id="s3slider"&gt;&lt;ul id="s3sliderContent"&gt;&lt;li class="s3sliderImage"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-xlycQMLwHJY/TlpfhxWRmTI/AAAAAAAABA8/msww_piZics/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.ceritabisnis.com/2011/07/belum-gagal-7-kali.html"&gt;Belum Gagal 7 Kali&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menjadi pegawai…… Ada yang menikmati dengan setulus hati, ada yang dengan setengah hati menjalani ada yang dengan berat hati. Ngobrol dengan para praktisi membuat narasi tersendiri di otak tentang bagaimana jungkir baliknya mereka mengawali bisnisnya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="s3sliderImage"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-csSFinXJGlw/TlpfhjvU0mI/AAAAAAAABA0/H4Mv4aZrPg4/s1600/2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.ceritabisnis.com/2011/08/sisi-baik-dari-yang-unik.html"&gt;Sisi baik dari yang unik &lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seharian ngobrol sana sini dengan para pedagang aksesoris dan pengrajin batu dan permata di Pasar Rawabening selalu menyenangkan. Lupa sama kaki lumayan pegel memutari lantai satu dan lantai dasar di Gems Center Rawabening. Salah satu pedagang yang cukup dikenal baik, sebut namanya bapak Dasril istri dan anaknya. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="s3sliderImage"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-4D1jhavY9k4/TlpfhkpXSRI/AAAAAAAABAs/MVklCcNH3HU/s1600/3.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.ceritabisnis.com/2011/08/modal-bank-picu-untung-atau-buntung.html"&gt;Modal Bank, Picu Untung Atau Buntung?&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ibu Agatha dan bapak Sriwidodo, pengusaha pengrajin tas merek salah satu MLM di Indonesia yang cukup ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan mereka, pasangan suami istri ini sopan dan sederhana. Terdapat 5 pengrajin tas yang saya temui waktu itu. Dua diantaranya saya kenal cukup baik, yaitu keluarga ini dan salah satunya, sebutlah p Oji namanya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;div class="clear s3sliderImage"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-7735050120322039058?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/7735050120322039058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2012/01/ids3slider-ids3slidercontent.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7735050120322039058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7735050120322039058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2012/01/ids3slider-ids3slidercontent.html' title=''/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xlycQMLwHJY/TlpfhxWRmTI/AAAAAAAABA8/msww_piZics/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-2304952158511591984</id><published>2011-12-27T01:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T01:52:56.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang bisnis'/><title type='text'>Peluang bisa datang tak terduga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OFN-Cc8BOQk/TvmVSDbPT7I/AAAAAAAAADs/K7UNq0rp2UQ/s1600/property-investment-opportunities.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-OFN-Cc8BOQk/TvmVSDbPT7I/AAAAAAAAADs/K7UNq0rp2UQ/s200/property-investment-opportunities.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Minggu ini berkutat dengan bisnis sepeda. Belajar tentang  keberanian untuk memulai sesuatu.  Belajar dari pengalaman orang berani  memutuskan untuk berhenti dari zona nyaman menjadi pegawai, bermodal  kenekatan untuk memasuki bisnis yang ia sendiri tidak begitu memahami  sebelumnya.  &lt;div class="contentblock"&gt; Tokonya tidak terlalu besar, plang nama toko sepeda dapat dibaca dari  jalan Pasar Minggu Raya. Ruko tiga lantai berukuran standar, dimana  lantai satu dipergunakan untuk display sepedanya, terpampang  program-program promosi dengan beberapa bank, seperti cicilan dengan  bunga ringan. Sepeda digantung rapi di langit-langit ruko, berikut  bandrol harga yang terpasang untuk masing-masing barang dagangannya.  Serta display sepeda khusus diskon dipajang di depan toko, sehingga  menarik perhatian dari luar. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika menaiki tangga di lantai 2, stok sepeda tertumpuk cukup  rapi. Menurut penjelasan si empunya toko, masing-masing sepeda,  masing-masing model ia siapkan stok sebanyak 3 unit untuk mengantisipasi  permintaan mendesak karena ia berjualan secara online juga.&lt;br /&gt;Ketika ngobrol santai dengan si pemilik usaha, ownernya memang punya  bakat untuk jualan, jualan apa saja. Dari mengobrol dengannya, tahulah  saya, beliau seperti sekarang pasti karena keuletannya menjalani usaha.&lt;br /&gt;Dari informasinya, bahkan ketika beliau menjadi pegawai, nggak  main-main, ia berada di posisi cukup nyaman untuk bekerja maupun  berkarir, ia berdagang buku online, pernah membuka jasa laundry,  berdagang bakso, bubble tea. &lt;br /&gt;Ketika bisnis laundrynya ramai, dan tak tertangani di rumahnya, sang  istri merasa keberatan karena urusan rumah tangga jadi tercampurkan,  akhirnya bisnis inipun dihentikan, padahal peluang masih ada. Hanya saja  kurang sabar mengelola dan memisahkan urusan rumah tangga dan urusan  bisnisnya.&lt;br /&gt;Lalu bekerja sama dengan orang, menyewakan tempat berdagang bakso,  giliran bisnis sudah berjalan, monitoring kesulitan, akhirnya yang ada,  pemasukan lari kemanaa dan membuat pening kepala, akhirnya bisnis  inipun, diistirahatkan.&lt;br /&gt;Lalu berdagang bubble tea, karena sepi pembeli, akhirnya, ia pun mundur kembali.&lt;br /&gt;Ketika mencoba berdagang buku online berdagang buku-buku unik yang  susah dicari, ternyata tanpa dinyana, permintaan terus mengalir. Sampai  saat inipun bisnis ini masih diteruskan. Gampang, karena tidak  memerlukan effort yang luar biasa. Tinggal mendisplay buku di internet,  sementara apabila ada permintaan diluar display, dengan mudah beliau  mencari ke pemasok-pemasok buku uniknya. Waktu melihat koleksi bukunya,  harga miring, dapat terlihat, buku-buku tua yang pasti memang susah  dicari di toko buku standar seperti gramedia. Edisi lama, walaupun ada  juga buku-buku, novel terbitan baru, dan yang pasti harganya miring  mengundang beli, bagi penggila baca ya?&lt;br /&gt;Keinginan untuk meraih kebebasan financial akhirnya diwujudkan.  Pemilik toko ini keluar dari bekerja di salah satu bank pemerintah,  walaupun dengan posisi yang terbilang cukup mapan, mulailah ia berdagang  sepeda dan aksesorisnya. Dengan modal dua ratusan juta, akumulasi aset  maupun stok  yang ia kelola menjadi luar biasa menurut ukuran saya. &lt;br /&gt;Beliau bisa menambah stok menjadi 3 kali lipat modalnya, keuntungan  usaha sudah bisa untuk dibelikannya rumah tinggal yang dapat ia  pergunakan untuk menjadi jaminan asset untuk mendapat tamabahan modal di  bank karena ia bermaksud menambah gerai toko sepedanya, serta mampu  membeli kendaraan untuk operasional usahanya.&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, ia menekuni bidang yang sebenarnya tidak terlalu  ia kuasai. Namun lama-lama secara perlahan akhirnya dapat ia pelajari.  Bisnis yang ia pilih dalam posisi memungkinkan  untuk bertumbuh.  sepertinya ini menjadi key factor yang utama dalam perkembangan bisnis  bapak dua anak ini. &lt;br /&gt;Ia memilih bisnis sepeda disaat orang-orang menggemari olah raga ini.  Ia menjual sepeda lipat, sepeda gunung, sepeda fixie yang lagi  tenar-tenarnya. Para bikers tak segan-segan mengganti aksesoris sepeda  mereka untuk eksis di perkumpulan sepeda. Siklus bisnis yang sedang  dalam posisi growth masih memberikan peluang untuk usahanya berkembang. &lt;br /&gt;Dan sepertinya posisi decline masih cukup lama untuk sektor usaha  ini. Orang masih menganggap bahwa olah raga bersepeda fun dan sehat  untuk dilakukan, ditambah dengan semangat serta kampanya pemerintah  untuk go green dengan bersepeda.&lt;br /&gt;Masuk di dunia bisnis yang masih potensial untuk berkembang akan  membantu pengusaha untuk bertahan di posisi pasar, tinggal bagaimana  kreativitas untuk memenangkan persaingan, karena pesaing akan melihat  kue yang lezat di bisnis itu, dan pastinya mengundang  pendatang-pendatang baru untuk masuk berusaha mengambil potongan kue  lezat bisnis ini. &lt;br /&gt;Pengalaman akan menambah kemampuan untuk bertahan, asal pewira usaha  ini belajar dengan baik dari pengalaman sukses dan gagalnya, ataupun  pengalaman stagnan di bidangnya.&lt;br /&gt;Kalau ia tidak mampu untuk menyikapi perkembangan yang ada, tidak  belajar atau mengambil hikmah dari pengalaman bisnisnya, siap-siap  tergusur oleh pendatang-pendatang baru yang siap berburu menikmati  kelezatan bisnis ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-2304952158511591984?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/2304952158511591984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/peluang-bisa-datang-tak-terduga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2304952158511591984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2304952158511591984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/peluang-bisa-datang-tak-terduga.html' title='Peluang bisa datang tak terduga'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OFN-Cc8BOQk/TvmVSDbPT7I/AAAAAAAAADs/K7UNq0rp2UQ/s72-c/property-investment-opportunities.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-1400576171679812540</id><published>2011-12-27T01:48:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T01:48:46.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis buah'/><title type='text'>Manisnya manggis dan legitnya markisa</title><content type='html'>&lt;div class="contentblock"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jzwbTVkI3es/TvmURDFIwII/AAAAAAAAADg/vTGVTMBmtXQ/s1600/220px-Fruit_bowl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-jzwbTVkI3es/TvmURDFIwII/AAAAAAAAADg/vTGVTMBmtXQ/s1600/220px-Fruit_bowl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bertemu dengan salah satu pedagang manggis dan markisa di  pasar kramat jati jadi memberikan wawasan bagaimana apabila kita  berbisnis buah-buahan. Ketika saya baca di koran, banyak buah lokal yang  tergerus oleh buah buahan impor, salah satu pedagang di Pasar Induk  Kramat Jati yang berdagang manggis dan markisa, tidak khawatir dengan  serbuan buah impor.&lt;br /&gt;“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa  barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.&lt;br /&gt;Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.&lt;br /&gt;“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak  1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini”  papar si bapak.&lt;br /&gt;Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa supplier kita. Apakah sudah menjamin ketersediaan barang dagang  kita. Jangan sampai pelanggan kecewa karena tidak memperoleh apa yang  mereka butuhkan. Pelanggan kecewa bisa membuat mereka lari dari kita.  Sementara persaingan semakin sempurna.&lt;br /&gt;2. Siapa pelanggan kita. Penting untuk diketahui, kapasitas maksimal  kuantitas barang dagangan kita, seberapa banyak buah-buahan yang kita  jual dapat terserap pasar.&lt;br /&gt;3. Kapan musim panen raya untuk buah yang kita jual. Semakin banyak buah  dapat ditemui, semakin murah harga jual buahnya. Terkait dengan demand  dan supply buah.&lt;br /&gt;4. Ketika kita mengambil barang dari supplier, perhatikan jarak dan  waktu dari tangan supplier sampai ke tangan kita. Hal ini terkait  dengan:&lt;br /&gt;a. Tingkat kematangan buah. Markisa yang si penjual ambil dari supplier  akan matang di perjalanan dari Padang-Jakata misalnya. Jadi belilah buah  dalam kondisi masih belum matang. Kita harus tau kapan waktu petik  kapan waktu masak.&lt;br /&gt;b. Kita pelajari tingkat penyusutan berat buah, masing-masing  buah-buahan memiliki tingkat kadar air yang berbeda. Misalkan: Dari 5  ton buah manggis, akan susut minimal 300kg. 5 ton alpukat akan susut  minimal 10 persen atau mencapai minimal 500kg.&lt;br /&gt;c. Berbisnis buah berarti harus mengetahui, kira-kira berapa banyak buah  yang rusak, buah yang busuk. Buah yang rusak akan memiliki harga jual  lebih rendah jika dibandingkan dengan buah yang bagus. HPP keseluruhan  buah harus sudah mempertimbangkan buah yang rusak dan busuk tadi,  berikut prosentase penyusutan berat buahnya. Diluar biaya pengiriman,  dan operasional lain tentunya.&lt;br /&gt;Ketika saya bertanya, lebih enak mana, menjual dalam partai besar  atau menjual dalam partai kecil (eceran). Si bapak menjawab dengan  mantap.&lt;br /&gt;“Masing-masing ada enak ada nggaknya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini memberi pengetahuan dan wawasan baru dalam berbisnis buah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-1400576171679812540?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/1400576171679812540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/manisnya-manggis-dan-legitnya-markisa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/1400576171679812540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/1400576171679812540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/manisnya-manggis-dan-legitnya-markisa.html' title='Manisnya manggis dan legitnya markisa'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jzwbTVkI3es/TvmURDFIwII/AAAAAAAAADg/vTGVTMBmtXQ/s72-c/220px-Fruit_bowl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-7587741768670593663</id><published>2011-12-27T01:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T01:45:06.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fashion'/><title type='text'>Dibalik glamornya tas tas mahal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-whc-Ap_7Zw4/TvmTZg46ZlI/AAAAAAAAADU/R1X-vm1JQ1s/s1600/bag.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://3.bp.blogspot.com/-whc-Ap_7Zw4/TvmTZg46ZlI/AAAAAAAAADU/R1X-vm1JQ1s/s200/bag.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berkunjung ke salah satu butik tas bermerek seperti H****s, membuat  ingin menelan ludah. Bagaimana tidak. Ketika diberitahu harga-harganya,  bukan bayangin ngeteng tas itu, yang terbayang malah mobil dan  rumah.  Harga tas setara harga mobil atau rumah siih. &lt;br /&gt;“Ini berbahan dasar bayi croco, terbuat dari 2 bayi croco dengan  treatment sangat spesial” . Kata si empunya butik sambil menunjuk ke tas  H****s  warna hijau. Dalam hati berujar. Aduuuh malang nian nasib bayi  crocodile itu.&lt;br /&gt;“Yang warna pink ini harganya Rp. 500juta.” Lanjutnya lagi berpindah ke  tas bermerek sama warna pink. “Kalau ini terbuat dari beberapa ekor  burung unta. Yang diambil hanya kulit bagian perutnya. Lebih halus”  katanya. Kebayang itu burung unta menangis meraung-raung sewaktu  dipotong.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Jadi  croco kecilnya sengaja dipiara untuk jadi tas mbak?” Tanya saya.&lt;br /&gt;“Iya, diurus dengan perlakuan khusus, dipakein kelambu, biar tidak  digigit nyamuk, jadi kulitnya mulus” kata si ibu. Garuk garuk kepala  membayangkan si little croco dipakein kelambu.&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya mba” tanya saya yang memang awam di bisnis ini.&lt;br /&gt;“Dipasung” jawab si ibu. Wow wow wow… Tas mahal ini bikin perut saya mual.&lt;br /&gt;Jahat juga ya manusia.&lt;br /&gt;Kalau yang ini, (kata penjualnya sambil menjelaskan deretan tas merek  Gucci, Louis Viton, Prada dll sederetan merek tas terkenal) murah,  dibawah Rp. 5 juta.&lt;br /&gt;Serasa ada di dunia mana, bukan di Indonesia, namun dari penjelasan  si empunya toko, peminat tas H****s  malah lebih dominan, padahal dari  segi harga bernilai ratusan juta.&lt;br /&gt;“Pelanggan kami exclusive,  jadi tidak akan ketahuan, siapa-siapa yang membeli di tempat kami.” Kata si empunya butik.&lt;br /&gt;“Bukannya seharusnya bangga bu, bisa beli tas mahal yang asli? “Kata saya.&lt;br /&gt;“Ow nggak dong mba, kalau mereka bisa beli di butiknya langsung lebih  bergengsi, makanya pelanggan kami dirahasiakan. Menyangkut masalah  gengsi” jawab yang punya butik.&lt;br /&gt;Oooooooo dalam hati bergumam, karena baru mengenal rimba per tas  mahal an. Tas tas mahal ini bisa diperjual belikan. Penurunan harga 20  sd 30 persen tak membuat penggemar tas ini mengkeret kehilangan ratusan  juta, anggaplah sebagai social cost yang mereka tanggung untuk menikmati  image keglamoran mereka. Biaya sosial untuk berada di kalangan atas.&lt;br /&gt;Mereka bisa cairkan uang kapan saja, sebosan mereka. Seperlu mereka.  Bisnis yang unik, tapi toh si empunya butik sudah menjalaninya sejak 11  tahun lalu. Peluang bisa datang kapan dimana dan dari apapun, asal kita  jeli memanfaatkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-7587741768670593663?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/7587741768670593663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/dibalik-glamornya-tas-tas-mahal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7587741768670593663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7587741768670593663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/dibalik-glamornya-tas-tas-mahal.html' title='Dibalik glamornya tas tas mahal'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-whc-Ap_7Zw4/TvmTZg46ZlI/AAAAAAAAADU/R1X-vm1JQ1s/s72-c/bag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-8375815855317185889</id><published>2011-12-27T01:42:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T01:42:18.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>Bisnis pun perlu empati</title><content type='html'>Memiliki anak yang perlu penanganan khusus memang perlu kesabaran  khusus. Baik mengenai biaya penanganannya maupun penanganan anaknya  sendiri. &lt;br /&gt;Pagi tadi berkunjung ke suatu lembaga pendidikan untuk anak  berkebutuhan khusus di Depok. Saya dan suami sedang ada di sana, suatu  kebetulan. Di ruang tunggu terdapat tv yang menampakkan kegiatan belajar  para anak berkebutuhan khusus. &lt;br /&gt;Sedang asiknya memperhatikan kegiatan belajar melalui tv di ruang  tunggu, muncul ibu muda, sepertinya anaknya salah satu murid di sana. Ia  mengeluarkan sejumlah uang, nominal yang lumayan juga, sepertinya untuk  pembayaran uang pendidikan anaknya di sana. Dari pembicaraan dengan  pegawai di sana, tahulah saya, bahwa si ibu bermaksud untuk berhenti  menggunakan jasa pendidikan untuk anaknya  di sana.&lt;br /&gt;“Mba, ini uang pembayaran bulan ini. Saya bisa ketemu dengan pemiliknya nggak mba, ada yang mau saya bicarakan” tanya si ibu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“​Ohh maaf bu, ibu nya ada hari senin, ada apa ya bu?” Jawab si  pegawai. “Aduh, saya juga belum jadwalin assessment ya bu” kata  pegawainya &lt;br /&gt;“Bulan ini anak saya mau istirahat dulu belajar di sini” kata si ibu.&lt;br /&gt;“Maksud ibu cuti?” Tanya si pegawai.&lt;br /&gt;“Bukan, berhenti dulu sementara waktu” jawab si ibu.&lt;br /&gt;“Sayang bu, kenapa nggak cuti aja dulu, nanti kalau cuti, per bulan  ibu hanya bayar Rp. 180.000,-  maksimal cuti 3 bulan, kalau ibu keluar,  nanti harus assessment lagi Rp. 300.000,- bayar uang pangkal Rp.  600.000,- tiap bulan Januari naik lho bu”&lt;br /&gt;“Iya deh mba, anak saya berhenti saja dulu, gampang nanti kalau mau  masuk lagi, mba nya tadi kan sudah menjelaskan caranya, biayanya,  sampaikan terima kasih kami ke guru-guru yang menangani anak saya.”  Jawab si ibu mantap.&lt;br /&gt;Saya mencoba untuk menebak nebak apa yang ada dalam benak ibu tadi.  Seandainya saya jadi ibu tersebut, saya kok kesal mendengarkan  penjelasan pegawai tadi. Terkesan tidak ada empati terhadap kesulitan  yang mungkin dirasa si ibu tadi sebagai pengguna jasa lembaga tersebut.  Yang saya dengar kok hanya penekanan kepada berapa rupiah yang harus  dikeluarkan para orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus tadi.&lt;br /&gt;Saya melihat sendiri, besarnya uang yang si ibu tadi bayarkan setiap  bulannya ke lembaga tersebut. Padahal untuk memasukkan anaknya ke  lembaga tersebut, pasti mengorbankan banyak kebutuhan keluarga si ibu  tadi. Alangkah baiknya jika ada unsur empati pada saat ibu tadi  memutuskan anaknya untuk berhenti.&lt;br /&gt;Dari segi kebutuhan, si ibu butuh lembaga tersebut untuk menangani  anaknya yang berkebutuhan khusus, di sisi lain, sebenarnya lembaga itu  butuh pula anak-anak berkebutuhan khusus yang belajar di sana, dimana  untuk belajar disana orang tua mereka menyisihkan uang yang tidak  sedikit jumlahnya. Sinergi saling membutuhkan bukan?.&lt;br /&gt;Ada rasa miris dalam hati saya. Mempunyai anak berkebutuhan khusus  pasti bukan keinginan setiap orang. Dan bagi orang tua yang memiliki  anak-anak khusus ini, pasti akan berupaya maksimal untuk memenuhi  kebutuhan anaknya yang khusus. Banyak kata “seandainya” berkeliaran  dalam benak saya melihat kejadian yang kurang lebih berjalan hanya  berdurasi antara 5 menit sampai 10 menit tadi.&lt;br /&gt;Seandainya si pegawai menelpon pemiliknya, karena tadi jelas-jelas  sang ibu mengutarakan maksudnya untuk bertemu dengan pemiliknya. Mungkin  sang ibu justru tadinya akan mengucapkan terima kasih kepada pemilik  lempaga pendidikan khusus ini. &lt;br /&gt;Kok saya merasa kurangnya personal touch di sini… Padahal melihat  anak-anak yang datang di sana menimbulkan emosi tersendiri di benak  saya.&lt;br /&gt;Bisa jadi sedikit lip service  bisa  mengurangi kesempatan sang ibu  tadi untuk berniat kembali mempercayakan anaknya belajar di sana.  Memang, dari segi butuh tak butuh, para orang tua ini butuh lembaga ini,  karena keterbatasan anak-anak mereka. &lt;br /&gt;Menurut saya, bisnis ini bisnis yang perlu hati, perlu empati, karena  pengguna jasa lembaga ini adalah anak-anak yang memang perlu  diperlakukan dengan hati. Dengan empati.&lt;br /&gt;Menurut saya,  10 menit mengorbankan pulsa telepon, akan dapat  menghilangkan kesan bahwa lembaga ini hanya memanfaatkan para orang tua  anak-anak yang berkebutuhan khusus ini. Siapa tahu, para orang tua  anak-anak ini akan merasa bahwa lembaga ini benar-benar peduli dengan  anak-anak mereka. Tidak hanya peduli kepada sejumlah uang yang para  orang tua bayarkan ke lembaga ini.&lt;br /&gt;Seandainya…&lt;br /&gt;Pada saat si ibu tadi berniat untuk keluar, paling tidak, pegawai sudah  dilatih untuk menunjukkan kepedulian terhadap pengguna jasanya, meskipun  itu hanya unsur basa basi, setidaknya menanyakan penyebab berhenti  menggunakan jasa lembaga ini, menjelaskan perkembangan pendidikan  anaknya disini, siapa tau, si ibu tadi akan berfikir ulang untuk  berhenti menggunakan jasa lembaga ini. &lt;br /&gt;Dari 10 menitan kejadian tadi, ada pelajaran berharga yang secara tidak sengaja saya petik.&lt;br /&gt;Berbisnis apapun, perlu empati. Meskipun jasa yang kita tawarkan  adalah jasa yang sangat dibutuhkan penggunanya. Bahkan menurut saya  walaupun untuk jasa yang saking sangat dibutuhkan oleh si penggunanya,  sampai-sampai hanya sedikit pilihan tersisa, “mau bagaimana lagi, karena  saya tidak ada pilihan lainnya”  &lt;br /&gt;Mudah-mudahan para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus  diberikan rizki khusus, kesabaran dan kekuatan khusus karena mereka  memiliki anak-anak yang sangat khusus. Dan yang pasti Tuhan pun  menitipkan anak-anak khusus hanya kepada orang tua khusus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-8375815855317185889?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/8375815855317185889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/bisnis-pun-perlu-empati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/8375815855317185889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/8375815855317185889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/12/bisnis-pun-perlu-empati.html' title='Bisnis pun perlu empati'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-2963155442597454369</id><published>2011-09-27T18:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T18:46:36.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Bisnis Jujur</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ydum27_OWHI/ToJ8RkD_8DI/AAAAAAAAADM/nE20WhHSkaM/s1600/sate.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-ydum27_OWHI/ToJ8RkD_8DI/AAAAAAAAADM/nE20WhHSkaM/s200/sate.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Makan siang rame-rame bersama teman.  Ketika spontan salah satu dari  kami mengusulkan makan sate, salah satu teman mengusulkan Sate Giyo aja.&lt;br /&gt;“Hmm, enak?” Tanya bos. “Satenya gede-gede, tapi empuk banget boss” jawab teman saya.&lt;br /&gt;Akhirnya cabutlah kita ke sana. Berlokasi di bypass Jl. A. Yani, di  pinggir jalan tertulis papan Sate Giyo” banyak mobil berjajar di sana.  Tempatnya sederhana. Di depan jajaran kontrakan penduduk, memanjang ke  samping. Ada barangkali 10 meja berjajar, 8 tempat duduk untuk  masing-masing barisnya. Penuuh. Kalau makan di tempat yang pertama kali kita datangi untuk  makan, ketika antrian penuh, parkir susah,  makin bikin penasaran.  Sensasi rasa apa nih yang bakalan dirasain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya begitu sampai di tempat duduk kami berempat didatangi  bapak-bapak berperawakan gemuk, berkulit hitam, dengan logat Jawa yang  kental.&lt;br /&gt;Dari cara beliau mendatangi satu satu meja, kemudian mencatat menu  dan menyuruh anak buahnya yang hilir mudik dengan menyerahkan catatan  pesanan. &lt;br /&gt;Tibalah si Bapak ke meja kami. Menyebutkan sate dan tongseng. Karena  pengalaman pertama, kami menyebutkan pesanan sesuai keinginan. Ada yang  pengen tongseng, ada yang pengen sate. Ada yang pengen gule.&lt;br /&gt;“Pesan tongseng satu, sate dua, gule satu ya Pak” kata salah satu dari kami.&lt;br /&gt;“Gulenya gule apa Pak” tanya salah satu dari kami yang memesan gule.&lt;br /&gt;“Ah, jangan pesen gule, gulenya isinya jeroan, Makanya saya nggak tawarin”jawab si Bapak mantap.&lt;br /&gt;“Ini 1  tongseng 2 sate cukup, jangan banyak-banyak, nanti mubadzir” kata bapaknya lagi.&lt;br /&gt;Nggak nahan nyengir saya. Begitu bapaknya pergi kami cekikikan.&lt;br /&gt;Si Bapak datang lagi memastikan pesanan minum kami. Dipesanlah es  jeruk 3, teh tawar satu. Salah satu dari kami melihat kelapa muda yang  kulitnya dikupas, jadi bentuknya lebih kecil dan handy. Lalu karena  penasaran, barangkali ada tawaran spesial kelapa muda apakah gerangan,  bertanyalah salah satu dari kami.&lt;br /&gt;“Bapak, itu kelapa apa ya”. Lalu dijawab. “Alaah, kelapa muda biasa aja.” Sambil berlalu. Kami pun melongo.&lt;br /&gt;“Sama aja, eh, barang yang ini biasa aja, nggak perlu dibeli” begitu celoteh satu dari kami.&lt;br /&gt;Tak lama setelah pesanan datang, kamipun menikmati sate dengan ukuran  besar, dan porsi cukup besar. Begitu juga dengan tongsengnya. Hmm,  memang jauh dari mengecewakan. Empuk, padahal size nya besar.  Tongsengnya berbumbu kental, tapi enak. Dan satu lagi. Benar kata si  Bapak, pesanan kami 1 tongseng dan dua porsi sate ternyata memang cukup  buat berempat.&lt;br /&gt;Selagi kami makan, tempat di samping kami ditempati pengunjung baru,  dan mendapatkan nasib sama dengan kami. Ketika memesan 5 porsi, masing2  sate, tongseng dan sop, pun dikoreksi oleh si pemilik.&lt;br /&gt;“Udah, 3 saja cukup buat berempat. Kalau kebanyakan, nanti ndak  habis”. Bisa dilihat mimik muka heran si penguniung, sementara kami  berempat senyum senyum.&lt;br /&gt;Sensasi yang beda. Jujurnya si pemilik at the end tetap membuat  nyaman, walaupun kalau dipikir-pikir, suka suka kami dong pembeli mau  beli apa. Tapi ternyata masih cukup dengan apa yang dibutuhkan, ia tau  ukurannya. Tau barang dagangannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-2963155442597454369?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/2963155442597454369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/09/bisnis-jujur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2963155442597454369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2963155442597454369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/09/bisnis-jujur.html' title='Bisnis Jujur'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ydum27_OWHI/ToJ8RkD_8DI/AAAAAAAAADM/nE20WhHSkaM/s72-c/sate.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-529175644470061313</id><published>2011-09-26T19:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T19:07:56.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liburan'/><title type='text'>DREAMLAND - Edisi Pulang kampung Lebaran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3DqBcuIMy0E/ToEvwdW96QI/AAAAAAAAADI/5xs_YapURCY/s1600/dreamland.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/-3DqBcuIMy0E/ToEvwdW96QI/AAAAAAAAADI/5xs_YapURCY/s200/dreamland.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebaran, bagi yang punya kampung halaman, saatnya mudik mudik.  Sebagai emak emak beranak dua yang masih kecil-kecil, di kampung  halaman, agenda utama yang jadi keinginan anak-anak adalah berenang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sekitar kampung halaman saya di Karang Bawang, lebih kurang 20km  dari Purwokerto, ada satu desa, Pancasan, di tempat itu ada kolam renang  kecil, tempat saya biasa berenang jaman SMP belasan tahun lalu. Ketika  berkunjung kesana beberapa bulan lalu, kondisi kolam renang masih sama  persis dengan kondisi belasan tahun lalu, jaman saya SMP berenang di  situ.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedikit kecewa, mengingat potensi sumber air tanah disitu melimpah.  Seharusnya dengan kemasan yang lebih menjual, lebih nyaman, arena  bermain buat anak-anak ditambah, plus harga yang terjangkau, akan banyak  yang berminat untuk membawa anak-anak kesana. Bagaimana tidak, air  untuk berenang bersumber dari air tanah langsung, tidak tercium bau  kaporit yang kurang enak di kulit. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata, pulang kampung edisi lebaran kali ini, bersemangat sekali  ketika anak-anak diajak ke Dreamland. Kolam renang dari sumber air tanah  alami, dengan view yang bagus. Lokasi hanya 5 menit dari rumah orang  tua di karang bawang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertanya tanya siapa pengusaha yang berani berinvestasi sebesar ini  di Pancasan dan usut punya usut, ternyata pemiliknya masih tak jauh beda  usia dengan saya. 30 sekian tahun. Luar biasa kalau melihat umurnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan membayangkan investasi miliaran rupiah untuk pembebasan tanah  seluas itu. Belum pembelian pabrik tepung yang saat ini menjadi lokasi  kantor dreamland ini dan taman reptil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi melihat view yang bagus, sumber air yang melimpah, suasana alam  yang saya sendiri secara pribadi menikmatinya, walaupun tahap pengerjaan  lokasi masih belum selesai sepenuhnya,  masih optimis lokasi wisata ini  potensial untuk berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membayangkan ada flying fox di sana, taman bermain buat anak-anak,  dengan harga 15.000 tiket masuk per kepala, masih bisa dipertimbangkan  untuk didatangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hati berfikir, kalau dikemas lebih baik, ditambah penginapan  yang menyuguhkan konsep pedesaan di area persawahan, suguhan makanan  tradisional, sepertinya asik. Ditambah lokasi yang memadai untuk  outbound.. Karena disekitar lokasi itu ada bukit bukit dan sungai.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Are Parkir yang luas..membuat pengunjung tak perlu bingung. Namun  mengingat tahap pengerjaan wahana ini belum sepenuhnya selesai, belum  bisa sepenuhnya menilai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan disayangkan kalau hanya segini saja. Ruang ganti pakaian masih  kurang memadai, lantai tergenang air. Cukup bersih memang. Kran air  terus mengucur. Kurang hemat air jadinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengunjung, seperti saya dan keluarga besar yang datang ke dreamland  terlihat membawa bekal untuk dimakan ramai-ramai. Saya bertanya ke orang  tua, apa iya boleh membawa makanan. Setau saya, waterpark yang sering  saya kunjungi tidak membolehkan pengunjung membawa makanan dari luar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi menyenangkan juga, menikmati suasana piknik keluarga seperti  ini. Pandangan mata berkeliling, banyak keluarga keluarga yang menggelar  tikar di bawah pohon, di taman, dan menikmati makanan bawaan dari  rumah. Anak-anak kecil yang datang terlihat ceria. Para orang tua yang  mendampingipun demikian. Jadi suasana piknik kental terasa. Padahal  perjalanan menuju lokasi hanya sekitar 5 menit, dipisahkan jembatan  sungai tajum semata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lihat  di lokasi tersebut terdapat kantin dengan harga yang  lumayan terjangkau. Tapi saya pribadi menikmati suasana kebersamaan  dengan keluarga besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pinggir kolam renang terdapat penjual mie gelas. Anak-anak pun  menyerbu. Tetap setelah itu berkumpul lagi dengan keluarga  masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan pemilik wahana ini lebih kreatif lagi memanjakan  pengunjung. Memberikan lebih banyak pilihan dan meningkatkan mutu  pelayanan. Potensi wisata keluarga masih lebar terbuka. Karena setiap  keluarga pasti butuh suasana ceria memanjakan anak-anak tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-529175644470061313?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/529175644470061313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/09/dreamland-edisi-pulang-kampung-lebaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/529175644470061313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/529175644470061313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/09/dreamland-edisi-pulang-kampung-lebaran.html' title='DREAMLAND - Edisi Pulang kampung Lebaran'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3DqBcuIMy0E/ToEvwdW96QI/AAAAAAAAADI/5xs_YapURCY/s72-c/dreamland.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-1911319640610808085</id><published>2011-08-10T22:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-10T22:01:28.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perhiasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batu permata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gems'/><title type='text'>Sisi baik dari yang unik</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2kGmnz24L1E/TkNh3KdufGI/AAAAAAAAADE/V9LRLmsg3No/s1600/gems.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://1.bp.blogspot.com/-2kGmnz24L1E/TkNh3KdufGI/AAAAAAAAADE/V9LRLmsg3No/s200/gems.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharian ngobrol sana sini dengan para pedagang aksesoris dan  pengrajin batu dan  permata di Pasar Rawabening selalu menyenangkan. Lupa sama kaki lumayan pegel memutari lantai satu dan lantai dasar di  Gems Center Rawabening. Salah satu pedagang yang cukup dikenal baik,  sebut namanya bapak Dasril istri dan anaknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga ini menjual perhiasan perak dan batu permata.  Bentuknya  lucu-lucu. Berkelas. Ada yang impor dari Thailand ada yang produk lokal.  Bagi saya yang tidak mengenal batu, sayang bener rasanya ketika  ditunjuk gelang, ini harganya Rp. 7 juta, kalau cincin perak ini Rp. 750  ribu. Ibu Dasril tunjuk sana tunjuk sini memberitahukan harga-harga  cincin, gelang, kalung liontin dari perak berhias aneka macam batu. Dijamin, saya yang awam batu lupa. Yang mana onix, yang mana safir,  yang mana zamrud dan lain lain jenis yang tadi disebutin panjang lebar  oleh si ibu.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata peminat perhiasan jenis ini banyak. Salah satu pangsa  pasarnya adalah kelas menengah ke atas pengoleksi perhiasan. Ketika  perhiasan asli yang harganya ratusan juta tidaklah aman untuk dipakai di  depan umum, cukuplah pemilik perhiasan tersebut datang ke toko ini,  memesan perhiasan dengan model persis sama. Si pemilik tetap menunjukkan eksistensi kelas sosialnya, sementara  perhiasan ratusan juta rupiahnya tersimpan aman di save deposit box. Atau para wanita yang memiliki kebutuhan untuk menghadiri pesta dan  jamuan makan lainnya dengan intensitas yang lebih dibandingkan wanita  kebanyakan, aksesoris menjadi suatu kebutuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ngobrol dengan pedagang perak kelas menengah ke bawah mereka  mengeluhkan penurunan omset karena banyaknya pesaing baru, pemodal besar  yang masuk ke lingkungan Gems Center Rawabening, dengan persaingan yang  kurang sehat untuk merebut pasar, keluarga ini menyikapinya dengan  santai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bismillah aja, kami berbisnis sejak 30 tahun lalu, dan berdagang  batu perhiasan lebih menguntungkan bagi kami, karena standar harga batu  tidak seperti perak perhiasan standar lainnya. Perhiasan batu lebih  kepada pengagum, pengoleksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kami berbisnis perhiasan perak, kami  memodifikasi rumah perhiasannya dari perak, kemudian, sirkon kami ganti  dengan batu-batu. Disamping bentuk perhiasannya menjadi lebih menarik,  berwarna warni, keuntungan kita pun menjadi lebih tinggi dari batu –  batu tersebut” jelas ibu pemilik toko ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan salah lho, pembeli-pembeli saya justru rata-rata orang-orang  yang tahu barang mahal. Seperti cincin ini”  kata si ibu sambil  menunjukkan satu buah cincin, cantik, terlihat elegan di pakai. “Ini kalau mba beli dengan mata berlian, harganya bisa Rp. 50 juta.  Cincin ini hanya Rp. 750 ribu. Sama persis dengan aslinya, bentuknya,  matanya, karena dipesan langsung. Seminggu, barang jadi sesuai pesanan”  jelas ibu pemilik toko bersemangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan begitu bosan, mereka tinggal datang kesini, jual kembali  perhiasannya, hanya saja kena potong 30 persen dari harga beli, nah itu  keuntungan saya ” jelas si ibu lagi. Saya yang dijelasin hanya ber “ooo”  saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat pelajaran baru lagi hari ini, bahwa kalau barang yang kita jual  unik, punya pangsa pasar, walaupun kita berada di arena persaingan  sempurna, masih ada celah untuk usaha tetap berkesinambungan. Tentunya  dengan tetap menjalankan etika bisnis untuk dapat dipercaya pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-1911319640610808085?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/1911319640610808085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/sisi-baik-dari-yang-unik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/1911319640610808085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/1911319640610808085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/sisi-baik-dari-yang-unik.html' title='Sisi baik dari yang unik'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2kGmnz24L1E/TkNh3KdufGI/AAAAAAAAADE/V9LRLmsg3No/s72-c/gems.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-5818278867888485945</id><published>2011-08-09T22:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T22:15:07.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kredit bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MLM'/><title type='text'>Modal Bank, Picu Untung Atau Buntung?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-X3QK8WVyICE/TkITuXH_rCI/AAAAAAAAADA/Crcyrk8pYvY/s1600/bank.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://3.bp.blogspot.com/-X3QK8WVyICE/TkITuXH_rCI/AAAAAAAAADA/Crcyrk8pYvY/s200/bank.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ibu Agatha dan bapak Sriwidodo, pengusaha pengrajin tas merek salah satu MLM di Indonesia yang cukup ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan mereka, pasangan suami istri ini sopan dan sederhana. Terdapat 5 pengrajin tas yang saya temui waktu itu. Dua diantaranya saya kenal cukup baik, yaitu keluarga ini dan salah satunya, sebutlah p Oji namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua orang pengrajin ini, jadi tahulah saya, mekanisme kerja dari tas-tas branded yang salah satunya adalah produk MLM ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesan akan mensuplai bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat tas. Dihitung, resleting, kulit, semua pernak pernik yang diperlukan. Mereka para pengrajin tersebut dibayar berdasarkan unit yang selesai. Ketika barang hilang, maka mereka akan dikenakan charge, dan dalam satu bulan mereka ditargetkan untuk menyelesaikan sejumlah unit tas sesuai perjanjian dan sesuai pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata para pengrajin seperti bu Agatha dan pak Sriwidodo ini memasok lagi kepada pengrajin tas branded yang punya kapasitas produksi lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman berhubungan dengan bu agatha dan p sriwidodo ini, dapat dipelajari tren yang ada, dimana, pada saat order pekerjaan dari perusahaan pemesan sepi, mereka akan kesusahan dalam operasional usaha jika mereka tergantung hanya kepada pemesan dominannya tersebut. Apalagi, jika seperti pasangan ini. Mereka menggunakan tambahan modal kerja dengan sumber dana dari perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika pasangan ini memutuskan untuk bermitra dengan bank. Pemakaian modal pinjaman tersebut dilakukan sehati-hati mungkin. Benar-benar telah dilakukan dengan perhitungan, bukan hanya mengandalkan rumus “proyeksinya omset kami naik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kecil modal kerja untuk investasi pembelian mesin jahit mereka pergunakan benar-benar untuk pembelian beberapa unit mesin jahit karena permintaan makin bagus untuk pemesanan tas merek lain, maupun order lain diluar pelanggan dominannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tergiur mereka dengan tawaran modal kerja yang memang saat itu belum mereka perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara debitur lain, karena investasi diluar yang seharusnyan beralih dari niat awal untuk perluasan workshop, kemudian berinvestasi dibidang yang sama sekali diluar keahliannya saat ini sebagai pengrajin tas, usahanya tidak lagi dapat dipertahankan. Sayang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak belakang dengan kondisi ibu Agatha dan suaminya, bersyukur, workshopnya saat ini berkembang menjadi dua lokasi. Pesanan tas semakin berkembang, namun keseharian mereka tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari berhubungan dengan keluarga ini, bahwa kredit bank dapat menjadi pemicu sukses, namun jika penggunaannya tidak berhati-hati, dapat pula menyulitkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-5818278867888485945?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/5818278867888485945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/modal-bank-picu-untung-atau-buntung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5818278867888485945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5818278867888485945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/modal-bank-picu-untung-atau-buntung.html' title='Modal Bank, Picu Untung Atau Buntung?'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-X3QK8WVyICE/TkITuXH_rCI/AAAAAAAAADA/Crcyrk8pYvY/s72-c/bank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-6378982618431290044</id><published>2011-08-07T18:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T22:54:21.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha perak'/><title type='text'>Berkah Dari 2 kg Perak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5WfUfDuyXwY/TkDLcQXfThI/AAAAAAAAAC4/r12akVilgeY/s1600/silver.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://4.bp.blogspot.com/-5WfUfDuyXwY/TkDLcQXfThI/AAAAAAAAAC4/r12akVilgeY/s200/silver.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bahwa waktu terbaik, hal terbaik dan semua kejadian-kejadian yang  menimpa kita, titik balik kehidupan kita, hanya Alloh SWT semata yang  tau kapan datangnya. Ia yang tau ukurannya, takarannya. Bahwasannya sering kita mengeluhkan kondisi kita. Kenapa bisnis tak  kunjung maju, kenapa bisnis kita mandek, segini segini saja, karir kita  mentok… Dsb dsb&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetaplah berusaha, karena saat nya kebahagiaan, keberhasilan,  pasti  akan tiba, kalau tetap berusaha. Dan akan pas pada waktunya. Itu  pelajaran yang saya dapat dari hasil ngobrol dengan pasangan yang saya  temui di toko Irfan di Gems Center Rawabening.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali kenal mereka, saat bpk Faisyal dirawat di rumah sakit.  Secara tidak sengaja jadi mengenal keluarga ini lebih dekat. Beberapa kali menemui mereka di tokonya, terlihat jelas bahwa  pasangan suami istri ini saling bahu membahu menjalankan usaha  perdagangan perhiasan dari perak ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak memfokuskan pada usaha mereka saat ini, tapi kapan mereka memulainya. Awalnya, bapak Faisyal mengawali usahanya dari menyepuh perak di  pasar Rawabening, sebelum saat ini menjadi Gems Center, yang dapat mudah  terlihat dari stasiun Jatinegara. Kemudian beliau menikah, setelah lama menekuni bidang sepuh menyepuh  perak, mulailah beliau tertarik untuk berdagang, disamping sebagai  penyepuh perak yang tetap beliau tekuni, dijuallah perhiasan mas kawin  pernikahan mereka, dibelikanlah perhiasan perak, dan dipajang di petak  tempat beliau menyepuh peraknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata laku! Mulailah mereka berdagang. Sampai akhirnya, pada tahun  2008, berbekal uang Rp. 800.000 dibelilah 2kg perak murni dan berkah  luar biasa dari Alloh SWT, harga perak melonjak tinggi dari Rp. 400.000  per kg sampai mampu menembus angka Rp. 1.500.000 per kg. Perputaran  usahanya sangat cepat, hanya dalam hitungan waktu 2 bulan puncak krisis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sinilah titik balik kehidupan pasangan ini. Beliau bercerita “Kalau tidak dengan ijinNya, nggak mungkin saya  seperti sekarang, Ipung boleh pake logika, dari modal Rp. 800.000,- saya  bisa mengantongi cash 200juta!  Dari uang itu saya beli tanah, beli  lapak, sisanya seratus juta saya pakai modal dagang perhiasan perak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan sepelekan takdir dari yang kuasa. “Kapanpun Ia berkehendak,  kita tidak akan bisa mengelaknya. Sepanjang kita istiqomah berbisnis  dengan sabar, Alloh akan memberi jalan. “Kita tidak bisa memprediksi, menuntut, mengeluhkan, mengharapkan  saat itu datang, tapi kalau Ia sudah berkehendak, maka semua akan diluar  logika kita” Jadi episode jalan-jalan kali ini, saya lebih banyak mendengarkan  saja, memperhatikan mata beliau berkaca-kaca menceritakan kisah  hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri beliau, menimpali. “Ipung, ingat modal hidup satu ini. Jujur! Kalau sampai salah satu dari  pasangan tidak jujur, hancur semua urusan, bisa bangkrut bisnis kami.  itu banyak terbukti di sini, usaha yang tadinya maju, karena selingkuh,  kacau semua” (kata si ibu dengan logat Padang kentalnya, sangat  berapi-api. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Apalagi usaha dagang seperti kami, jujur itu jadi modal yang wajib  dimiliki, kami menimbang perak, berapapun kami tulis, sesuai timbangan”  sekarang si bapak yang menimpali. Pandangan saya bergantian beralih, ke suami kemudian ke istri, ganti berganti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ibu,  cucu sehat?” Kata saya menanyakan kabar cucu mereka. Karena  beberapa bulan sebelumnya, sewaktu saya mampir dari belanja bahan kalung  untuk azka, anak saya yang lagi suka belajar meronce, si ibu tak  terlihat. Ternyata lg menunggui cucu yang akan  lahir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sehat, Alhamdulillaah. Tiga bulan saja uni nggak kesini, berantakan  semua, kalau nggak ada uni, semua nggak beres, itu stok nggak jelas,  berantakan pembukuan” kata istri p Faisyal. Saya nggak bisa menahan  untuk tidak nyengir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pak Faisyal tersenyum simpul. Masih kami mengobrol, ada supplier mereka  menagih. Kemudian bapak Faisyal spontan mengambil uang di brangkas. Dan  kontan, si ibu melotot kepada suaminya. “Uda ini bagaimana, baru aja kemarin dikasih” sambil berbisik. “Kasian lah si usu ini, nanti ada lagi uang datang” kata suaminya. Saya hanya tersenyum geli melihat pemandangan di depan saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya dari uang Rp. 4 juta yang diambil si bapak  diserahkan hanya separuhnya saja. Itulah fungsi saling mendukung dalam bisnis mereka, tarik ulur,  kontrol, pertimbangan, sejalan dengan teori manajemen ala sekolahan. Dan satu lagi pelajaran berharga hari ini. Kapanpun moment sebagai  titik balik hidup seseorang, tidak akan ada yang tau. Manfaatkan semua  peluang yang ada di depan mata, istiqomah berusaha, tetap yakin dan  sabar, pasti saat terbaik akan ditetapkan Alloh untuk kita, dalam hal  apapun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini ditulis di kereta commuter line jurusan Tanah Abang Depok,  sembari menghitung stasiun, tak kunjung sampai, sementara dari BBM  suami, Indonesia-Turkmenistan sudah 3-0 hasil arahan Boaz  yang luar  biasa.. Go Gonzales Go!!!!! (Ketinggalan deh nontonnya)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-6378982618431290044?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/6378982618431290044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/berkah-dari-2-kg-perak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/6378982618431290044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/6378982618431290044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/berkah-dari-2-kg-perak.html' title='Berkah Dari 2 kg Perak'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5WfUfDuyXwY/TkDLcQXfThI/AAAAAAAAAC4/r12akVilgeY/s72-c/silver.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-5121628893287888832</id><published>2011-08-07T18:43:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T22:50:24.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ijin usaha'/><title type='text'>Bisnis Itu Ternyata Banyak Rupa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6-GkmpG1gxk/TkDKeXGKf_I/AAAAAAAAAC0/7_0dzCkB2q0/s1600/housing.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://4.bp.blogspot.com/-6-GkmpG1gxk/TkDKeXGKf_I/AAAAAAAAAC0/7_0dzCkB2q0/s200/housing.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya hari ini full berjualan. Berjualan disini berarti banyak bertemu orang baru, bisnis baru. Pekerjaan pagi-pagi, membuat penolakan permohonan tambahan kredit.  Usaha bagus, risiko minim, tapi ternyata belum sepenuhnya dapat  diakomodir pihak bank. Karena legalitas usaha yang tidak bisa dipenuhi  debitur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis apa pula ini? Karena area yang ditangani masih kredit di bawah  Rp. 15 milyar, banyak diantara para pengusaha yang terkendala oleh  masalah perijinan yang sesuai dengan bidang usahanya. Salah satu debitur yang saya pegang memiliki bisnis, jual beli rumah  tinggal. Usaha bentuknya perorangan. Teori debitur saya gampang. Beliau  menguasai bisnis perdagangan rumah tinggal di area Pondok Kelapa. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sudah  berbisnis sejak tahun 2005. Teknisnya mudah, debitur saya ini punya  tanah luas, ia kavling, ia bangun, pecah sertifikat, bekerja sama dengan  bank untuk KPR… Selesai. Atau beliau beli rumah, direnovasi, jual. Beliau dapat margin keuntungan dari jualan kavling, dan jasa  pembangunan/renovasi rumah tinggal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saya jualan kavlingnya saja, untungnya hanya cukup bayar bunga bank saja bu” itu katanya.&lt;br /&gt;“Kalau saya bangun juga, lumayan laah dapat recehan lebihnya” kata beliau dengan gayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini usaha lancar-lancar saja. Tapi ketika beliau ini mau  berekspansi mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan,  kesulitan modal lah ia. Namun, karena masalah perijinan, selama ini  pihak bank tidak dapat mengakomodir tambahan modal tersebut. Bisnis yang nyata-nyata  ada di masyarakat. Banyak pengusaha yang  berfikir bahwa, apalah gunanya ini itu. SIUP, TDP, toh bisnis masih  berbentuk perorangan. Apalagi ketika beliau (debitur saya tadi)  disyaratkan untuk mengurus perijinan untuk developer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung beliau berfikir ulang untuk melanjutkan kreditnya. Tapi disisi lain, perlu juga ia dana untuk proyek pekerjaannya. Dan saya  tau pasti, di bank tempat saya bekerja, kesesuaian legalitas bukan hal  yang bisa ditawar-tawar. Perbankan akan meminta  legalitas usaha itu, untuk keamanan secara  legal, baik itu demi menjamin kepentingan bank, maupun   demi  terjaminnya kelangsungan usaha mereka secara legal juga sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan pertama.. Ada usaha baru lagi. Jasa pengangkut bahan  peledak. Wow.. Apa pula ini. Tapi ternyata ada. Pelajaran baru. Hal  baru. Setiaap hari bisa mendapatkan pelajaran dari apa yang kita lihat,  yang kita ajak bicara. Mudah-mudahan pelajaran tersebut bernilai baik  untuk kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-5121628893287888832?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/5121628893287888832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/bisnis-itu-ternyata-banyak-rupa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5121628893287888832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5121628893287888832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/08/bisnis-itu-ternyata-banyak-rupa.html' title='Bisnis Itu Ternyata Banyak Rupa'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6-GkmpG1gxk/TkDKeXGKf_I/AAAAAAAAAC0/7_0dzCkB2q0/s72-c/housing.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-2226505846728199360</id><published>2011-07-11T01:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T22:45:39.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukm'/><title type='text'>Inspirasi hari ini</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iFDQbFy-kfw/TkDJdyWqitI/AAAAAAAAACw/Nu6flu44XC4/s1600/tanam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-iFDQbFy-kfw/TkDJdyWqitI/AAAAAAAAACw/Nu6flu44XC4/s200/tanam.jpg" width="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari kemarin, akhir bulan. Adalah saatnya menagih, sekaligus prospek.  Menagih, artinya mendatangi pengusaha  yang tengah mengalami kendala.  Sekecil apapun kendala bisnisnya bisa berpeluang besar terhadap  kolektibilitas pinjaman mereka. Sedangkan prospek artinya, kemanapun  kami pergi, melihat usaha yang prospek untuk dibiayai, atau paling tidak  menggunakan produk bank kami. Saya mendatangi empat tempat dan masing-masing memberi wawasan yang mudah-mudahan berguna bagi diri sendiri kelak kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada rute pertama perjalanan. Saya mengunjungi debitur di list saya.  Perusahaan merchandising yang bisa dibilang cukup mapan. Dan lebih  menggelitik motivasi untuk berbisbnis karena usaha ini dimotori kakak  beradik, dua-duanya wanita. Para pengusaha muda ini,  kalau saya ngobrol  dengan mereka selalu menyenangkan. ‎​​​Semangat, ceria, energetic,  dan  profesional. Hehehe saya belum ijin untuk share ceritanya jadi belum  berani ber bla bla bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kunjungan kedua, biasa, jam makan siang membuat iseng mau jalan  cari makan kemana ya? Lalu rekan saya memberi usul. “Yuk makan di sop  jando” di Kawasan Industri Cibitung sana. Meluncurlah kita. Padahal  awalnya kami mau ke daerah Rawalumbu Bekasi. Melenceng sedikit sambil  siapa tau prospek untuk dibiayai. &lt;br /&gt;Suasananya pas. Hujan-hujan, langsung membayangkan makanan berkuah  rasanya lebih wah. Dalam hati, dari namanya, sudah ketebak, pemiliknya  janda. Tapi tidak juga bikin iseng bertanya ke pemiliknya sesampainya  kami disana. Hihihi takut menjadi kurang beretika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk jalan di belakang MM2100 Kawasan Industri Cibitung. Di belokan  pertama masuk gang, ada warung kecil namanya sop jando. Spontan rekan  saya bilang. “Bukan sop jando yang ini”&lt;br /&gt;“Ooo… Mungkin ini jando mudo, yang satunya jando tuo” hehe batin saya  saja. Ngomong sama diri sendiri. Dan, sampailah kami ke tempat yang  dituju. Rumah di pinggir jalan. Bangunannya standar rumah pemukiman, di depannya akses cukup untuk dua mobil dari arah yang berlawanan. Saya iseng menghitung meja yang ada dengan kursi masing-masing cukup  untuk 4 orang.  Di pojok kanan ruangan ada lesehan, rasanya hanya  leluasa untuk 4 orang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum ada bayangan sop jando ini wujudnya kaya apa. Tapi dari info rekan saya, “hati-hati, pedasnya mantap”&lt;br /&gt;Wah… Saya bukan pecinta pedas. Mikir jadinya. Dan benar saja, ketika  saya mencuci tangan, dapur terlhat dan dapat terlihat dengan jelas  aktivitas pegawainya di sana. Terlihat satu kuali besar yang isinya cabe rawit tersembul keluar  menutupi permukaan kuali. Jiper saya liatnya. Di sampingnya ada satu  kuali besar lagi yang isinya kurang lebih sama. Buseet, dalam hati  saya.. Apa iya saya bisa makan disini. Bayangin rasa pedasnya aja udah  menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah pelayan datang dan menawarkan alternatif level kepedasan  sop daging iga sapi, saya bersyukur. Ada pilihan rasa tidak pedas,  sedang dan pedas. Hihihi melihat isi kuali tadi, tanpa pikir panjang  mendingan pilih yang tidak pedas. Memang tidak mengecewakan rasanya. Kuahnya mantap, kaldu daging  terasa, pas semuanya. Rekan saya yang pecinta pedas menikmati sedap  pedasnya sop iga jando. Hehehe saya lirik pengunjung lain, yang memenuhi  ruangan berkapasitas lk 50 orang itu. Wah, semua terlihat menikmati.&lt;br /&gt;Rupanya ketika berkecimpung di bisnis makanan, lokasi lokasi lokasi,  rasa dan kesan “experience” dari makan di tempat tersebut  memberi  kontribusi untuk laku tidaknya bisnis makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap untuk perjalanan hari ini disudahi di tempat debitur yang  kesulitan bayar bunga. Nah akan jadi menarik juga melihat usaha debitur  yang lancar, tapi kok kesulitan keuangan. Kenapa yaaa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-2226505846728199360?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/2226505846728199360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/inspirasi-hari-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2226505846728199360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2226505846728199360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/inspirasi-hari-ini.html' title='Inspirasi hari ini'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iFDQbFy-kfw/TkDJdyWqitI/AAAAAAAAACw/Nu6flu44XC4/s72-c/tanam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-4807379431036312074</id><published>2011-07-11T01:45:00.001-07:00</published><updated>2011-08-08T22:43:52.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elpiji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gas'/><title type='text'>Pedagang gas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5IxoHF2wu8k/TkDJC8s9E5I/AAAAAAAAACs/VtwYYW2fpIU/s1600/gas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://2.bp.blogspot.com/-5IxoHF2wu8k/TkDJC8s9E5I/AAAAAAAAACs/VtwYYW2fpIU/s200/gas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya bertemu dengan, sebutlah namanya  bapak Kalsono, pada akhir  tahun 2007. Beliau pedagang gas di area Babelan Bekasi. Pada waktu itu,  pemerintah sedang menggalakkan pengalihan dari minyak tanah untuk  konsumsi bahan bakar rumah tangga menjadi gas. Rupanya beliau menangkap  peluang ini dengan menggandeng bank untuk bermitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2007, usaha beliau beromset 300 tabung per hari atau  lebih kurang 900 tabung per bulan. Dengan menyewa satu bangunan toko,  dan dua kendaraan operasional berupa colt diesel dan truk engkel, usaha  pada waktu itupun berjalan baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang sama, rekan Ybs juga menggandeng bank untuk bermitra.  Dengan omset yang kurang lebih sama. Bapak Kalsono dibiayai bank dengan  maksimum kredit yang lebih rendah jika dibandingkan rekannya ini. Keduanya berdiskusi dengan kami, dan dengan tujuan awal yang sama, pembiayaan itu berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang berapa lama, setelah pencairan kredit ini, mulai muncul  perbedaan diantara keduanya. Bapak Kalsono ini terbuka dengan kami,  mewakili pihak bank. Penggunaan kreditnya sesuai. Seluruh modal yang ia  dapatkan dipergunakan untuk pembelian tabung gas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersyukur, karena dengan ketepatan penggunaan modal untuk  usahanya ternyata membuat  akumulasi peningkatan omset yang lumayan  fantastis. Pada saat saya berkunjung ke sana, senang rasanya melihat  usaha orang yang kita kenal maju pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini mba, gudang saya. Truk saya ada 11 sekarang. Tapi masih ada  beberapa yang leasing. Alhamdulillah bisa bayar cicilannya. Awal tahun  depan semua cicilan sudah selesai”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis keterpesonaan saya, maklum, biasanya berkomunikasi hanya  lewat telpon, sekedar ngobrol, bapak satu anak ini mengajak saya ke  bagian belakang gudang, yang ternyata juga sudah menjadi aset beliau,  termasuk tempat parkir truk-truk miliknya.Yang saya salut, bapak ini masih mengendarai mobil yang sama dengan pada saat kami ketemu dulu. Penampilannya pun nyaris sama. Saya masih ingat. Beliau suatu saat pernah menelpon, menceritakan  kalau istrinya minta dibelikan mobil, minta pindah rumah yang lebih  bagus. Beliau bertanya, kalau saya jadi beliau, saya milih beli gudang  atau beli rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya jawab, ya mendingan beli gudang. Kalau usaha sudah  tambah berkembang, bapak mau beli rumah yang kaya apa, pasti bisa. Mau  beli mobil yang kaya apa, Insya Alloh bisa. Ketika saya menanyakan kabar rekan beliau, beliau menjawab. “Kabar  Ibu sis baik, mba. Masih seperti dulu. Sayang ibu sis waktu dapat  kucuran dana, dipakai untuk beli kendaraan operasional”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omset pak Kalsono ini tiap bulan antara 8500 tabung sampai dengan 10.000 tabung. Omset yang cukup fantastis bukan? Saya belajar beberapa hal baru lagi. Timing yang pas bisa mempengaruhi kelangsungan suatu bisnis. Pembelian aset produktifpun ternyata tidak serta merta mampu mengoptimalkan omset. Seperti contoh Ibu Sis tadi. Beliau tidak membelanjakan modalnya untuk pembelian konsumtif, namun  ternyata, hasilnya bisa jauh berbeda apabila beliau pada saat konversi  minyak tanah menjadi gas tersebut membelanjakan modalnya untuk  peningkatan omset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkanlah, moment apapun di depan anda&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-4807379431036312074?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/4807379431036312074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/pedagang-gas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/4807379431036312074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/4807379431036312074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/pedagang-gas.html' title='Pedagang gas'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5IxoHF2wu8k/TkDJC8s9E5I/AAAAAAAAACs/VtwYYW2fpIU/s72-c/gas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-2177777013979636730</id><published>2011-07-11T01:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T22:41:47.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kroya'/><title type='text'>Suyatno, pewirausaha asal tegal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UO0dmc6kpY4/TkDIgZg2BlI/AAAAAAAAACo/l12uqFZ2_E0/s1600/kaleng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://3.bp.blogspot.com/-UO0dmc6kpY4/TkDIgZg2BlI/AAAAAAAAACo/l12uqFZ2_E0/s200/kaleng.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pengalaman baru hari ini. Bertemu dengan bapak Suyatno asal Kroya.  Senangnya mungkin salah satunya karena saya orang area-area sana.  Senasib di perantauan, dan satu bahasa. Bahasa ngapak tentunya. Ketika datang ke gudangnya, beliau bercelana pendek, kaos warna  hitam. Sosoknya pendiam. Nggak banyak bicara. Tumpukan pernak pernik  souvenirs untuk pernikahan terlihat memenuhi satu rumah yang ia sewa  untuk gudangnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ia sewa di pinggir jalan raya. Untuk memudahkan  aktivitas pengiriman barang. Beliau suplai ke Asemka, ke berbagai daerah  di luar jawa seperti Padang, Medan, dsb. Rumahnya masuk masuk gang sempit, hanya cukup dilalui motor. Rumah  ini pula penuh dengan souvenirs. Saya senang kalau disuruh mengobrol  dengan mereka. Dalam hati berfikir. Saya kapan bisa. Sekarang saatnya  belajar dulu dari pengalaman orang lain. Suatu saat harus bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya, asal muasal kok bisa berkecimpung di bidang ini.  Menurut informasi Pak Riyatno ini, awalnya, 6 tahun yang lalu, selama 4  bulan Ia bekerja di tempat kakaknya yang memiliki usaha pembuatan  hantaran untuk pernikahan. Kotak-kotak hantaran itu, diproduksi di tempat kakaknya. Kemudian, ia  berlatih untuk mandiri, Ia membuat hiasan dari kain untuk membungkus  kotak hantaran tersebut. Pertama ia suplai ke kakaknya, lalu ia mencari  peluang baru menambah pelanggan, semakin lama semakin bertambah,  bertambah pula wawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kain pembungkus hantaran, akhirnya saat ini ia ambil barang, apa  saja, yang bisa dipakai untuk souvenirs pernikahan. Saya lihat ada  cermin kecil, ada kipas, gelas sablon, sendok teh, gantungan kunci,  banyaak lagi pernak pernik. Ketika ditanya darimana sih asal semua barang itu. Saya tunjuk sendok  kecil. Ia jawab, itu dari cina. Tapi ia bungkus lagi gagang sendoknya  dengan anyaman, jadi lebih menarik dan harganya lebih mahal. Saya hanya manggut-manggut. Seperti biasa. Di otak saya muncul narasi  sendiri. Betapa ternyata banyak sekali peluang ada di depan mata. Yang  kita sendiri jarang menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya tanya lagi. “Kalau dompet ini?” Tanya saya.&lt;br /&gt;“Ini saya ambil dari pengrajin di Jogja”&lt;br /&gt;“Kalau kipas ini?” Tanya saya lagi.&lt;br /&gt;“Kipas saya ambil dari pengrajin di Tasik.” Kembali saya manggut manggut.&lt;br /&gt;Ketika ditanya berapa omsetnya sebulan? Ta da… 700jt sampai 800 juta.  Katanya “untungnya kecil mba, setelah bayar para ibu-ibu (40 orang)  yang bantuin saya bungkus-bungkus, bayar (10) tukang jahit, bayar (7)  pegawai yaah paling bersih 10 persen saja” hihihi saya nyengir dalam  hati. Nggak berani lah mrenges di depan bapak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga dari pak Riyatno hari ini, bahwa banyak sekali  peluang sebenarnya, yang telah bertebaran di depan mata. Hanya kita  harus jeli untuk melihatnya. Kalau kita melihat satu biji sendok  tergeletak, kita berfikir apalah istimewanya sendok ini. Tapi ternyata bisa menjadi nilai lebih yang bisa menghasilkan rupiah, kalau kita kreatif memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatt berkarya para wirausaha.. Atau orang-orang yang berniat  mulia menuju ke arah sana. Berapa banyak berkah mereka, yang menjadi  gantungan hidup banyak kepala. Berapa berkah yang ia lantarkan dariNya.. Dengan membuat keringat menetes karena mengharap rizkiNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-2177777013979636730?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/2177777013979636730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/suyatno-pewirausaha-asal-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2177777013979636730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/2177777013979636730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/suyatno-pewirausaha-asal-tegal.html' title='Suyatno, pewirausaha asal tegal'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UO0dmc6kpY4/TkDIgZg2BlI/AAAAAAAAACo/l12uqFZ2_E0/s72-c/kaleng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-5542436960997529378</id><published>2011-07-11T01:42:00.001-07:00</published><updated>2011-08-08T22:39:21.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembako'/><title type='text'>Susah baca tapi kaya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rTGNFx0XMXE/TkDH8du65OI/AAAAAAAAACk/9S4yxAPBLdE/s1600/kopi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-rTGNFx0XMXE/TkDH8du65OI/AAAAAAAAACk/9S4yxAPBLdE/s200/kopi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya bertemu keluarga itu tak sengaja. Biasa.. Namanya marketing  kredit, kerjaannya mata jelalatan mencari pengusaha pengusaha yang butuh  bank untuk bermitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya berbagi cerita keluarga Darsono, orang Tegal di area  Pulaugadung yang bisnisnya sampai saat ini masih bertahan. Punya warung  sembako, dan perdagangan minuman ringan, air mineral dan minuman kemasan  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat tempat usahanya, warung, kecil, ukuran 100m2an. Bangunannya  standar seadanya. Saya ngobrol dengan ibunya waktu itu. Di warung  kelontongnya.&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tegal...? Wah, dengan senang hati saya unjuk gigi, kalau saya juga  jagoan ngomong bahasa sana. Barang yang saya beli adalah susu beruang.  Hehe… Biar enak ngobrolnya. Lalu beralih ke cemilan.&lt;br /&gt;Ngobrol sana sini, sembari melayani pembeli, herannya tak berhenti  pembeli datang dan pergi. Dengan bahasa Tegal tentunya. Karena bahasa  indonesia si ibu juga campur sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ditanya saya bekerja dimana, dijawab saya di bank ***, si ibu  ketawa aja. Sudah paham para pengusaha kalau ada orang bank mendekati.  Resistensi pengusaha yang justru usahanya bagus sering ada. Bisa  dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mereka tak mau bermitra, akan menjadi hikmah buat saya, belajar dari pengalaman bisnis mereka.&lt;br /&gt;Usaha keluarga ini, kalau dilihat sekilas, tidaklah se wow seperti  yang terlihat. Tapi satu jam saja, berada di dekat mereka. Buseet..  Nggak berhenti. Sebentar sebentar ada aja pembeli. Tak tanggung  tanggung, karena pelanggan warung kelontong mereka adalah para pengecer,  warung-warung di area Pulogadung jumlah transaksi bikin saya gigit  jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha kecil…jangan membayangkan toko, dengan bangunan kokoh, warung  ini sangat seadanya. stok penuh sesak iya, tapi di lantai 2, penuh  barang dagangan. Saya tanya. “Bapak dimana” “Ada pung, di rumah, sana kerumah aja” ini cuma versi singkatnya ya?  Untuk dekat dengan keluarga ini, butuh dua minggu, berkali-kali mampir  sampai mereka tak merasa terganggu dengan kedatangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bla bla bla. Seperti biasa, percakapan mengalir, asli, tanpa pura-pura.&lt;br /&gt;Akhirnya dekatlah dengan keluarga itu. Butuh belasan tahun untuk  menjadi seperti mereka saat ini. Dengan omset Rp. 40 juta, per hari,  toko kelontong ibu Darsono mampu membiayai ketiga anak mereka kuliah. Lalu omset sekitar 20 sd 30 juta per hari dari bisnis perdagangan  minuman ringan, air mineral dan air kemasan lain bapak Darsono dapat  dijalani dari rumah tinggalnya yang menyatu dengan kontrakan miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tinggalnya kokoh, cukup mencolok dibandingkan lingkungan  sekitarnya,nah kata bapak Darsono, enaknya jualan minuman kemasan,  rumahnya tetap bersih. Walau margin keuntungan tiap penjualan tipis.  Tapi volume yang banyak, itu lebih menguntungkan, kata beliau, itu tak  bisa dipungkiri. Biarlah margin tak perlu serakah. Sedikit saja, nggak  ada ruginya. Semula bapak ini mengawali usaha kecil-kecilan. Tapi dengan  keuletan, bisnisnya bisa bertahan mengatasi persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kurang lancar membaca. Katanya SD aja nggak lulus. Sampai  kelas 4 kalau saya tak salah mengingat. Malu hati, tapi lumayan,  menambah semangatt. Bapak ini saja bisa, kenapa kita tidak. Menurut beliau, dagang itu, bukan karena bakat. Segala sesuatu yang  sulit, kalau dijalani dengan sabar, akan ketemu jalan mengatasi kendala.  Jadi, tak perlu patah semangaat. Barang dagangan diambil trantib, tak jadi sebab mundur kalah perang mengadu nasib. Tapi jangan lupa. Belasan tahun yang keluarga ini lewati untuk  bertahan, kemudian berkembang, membuktikan teoti keuletan bukan hal yang  bisa diremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan pengetahuan, ditutup dengan kebersahajaan dalam  berhubungan dagang dengan para langganan. Tak mengerti lah si bapak  dengan teori para pakar marketing itu. Intinya, mempertahankan langganan dengan memberi kenyamanan dalam  berhubungan. Pelanggan nyaman, bisnis aman. Simple, tapi sulit diantara  persaingan yang makin sengit. Kedekatan emosi dengan pelanggan ternyata  bisa membuat nilai tersendiri di bisnis rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengobrol sebentar, karena kalau saya perhatikan, bapak ini pendiam.  Tapi senang berkelakar. karena order dilakukan lewat telepon, barang  diantar sampai ke rumah, bapak ini hafal dengan maunya si penelpon.&lt;br /&gt;Satu lagi pelajaran, know your customer, bisa didapat dengan banyak  jalan. Dengan perlakuan yang tak perlu berlebihan. Kalau diperhatikan,  malah lebih banyak bermodal ketulusan. Tak lancar membaca, ternyata juga tak perlu membuat harapan untuk berusaha sirna. Pak Darsono bisa, seharusnya setiap orang pun bisa. Tapi butuh keuletan dan keberanian berusaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-5542436960997529378?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/5542436960997529378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/susah-baca-tapi-kaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5542436960997529378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/5542436960997529378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/susah-baca-tapi-kaya.html' title='Susah baca tapi kaya'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rTGNFx0XMXE/TkDH8du65OI/AAAAAAAAACk/9S4yxAPBLdE/s72-c/kopi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3571824198512100509.post-7099848861304104248</id><published>2011-07-11T01:41:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T22:36:28.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ukm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Belum Gagal 7 Kali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KxAdWFw9gFY/Thq7KRFgmmI/AAAAAAAAABw/HcHb9U9GFgk/s1600/gagal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="106" src="http://1.bp.blogspot.com/-KxAdWFw9gFY/Thq7KRFgmmI/AAAAAAAAABw/HcHb9U9GFgk/s200/gagal.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menjadi pegawai…… Ada yang menikmati dengan setulus hati, ada yang  dengan setengah hati menjalani &lt;i&gt;(hanya karena ingat tagihan sana sini  tidak ada pilihan lagi)&lt;/i&gt; ada yang dengan berat hati. Ngobrol dengan para praktisi membuat narasi tersendiri di otak tentang bagaimana jungkir baliknya mereka mengawali bisnisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pekerjaan saya adalah&lt;i&gt; Relationship Officer &lt;/i&gt;yang memungkinkan saya  untuk membedah bisnis mereka dan melihat keseluruhan usaha mereka dari  banyak sisi. Sisi financial, sisi pribadi, sisi persaingan dan semua  aspek yang memungkinkan berpenganruh terhadap kelangsungan bisnis  mereka.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak jarang saya harus tahu, kehidupan pribadi mereka dengan cara yang tak mereka sadari kita gali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak para praktisi mengawali usaha dari keterdesakan. Ada yang  karena terdesak oleh kondisi ekonomi, karena ketidakpuasan dan tuntutan  menjadi “tak hanya seperti ini” atau bahkan karena aktualisasi diri.  Lingkungan keluarga pebisnis, masa saya harus jadi kuli.. Ada juga yang  seperti itu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melirik lagi si pegawai yang ingin kaya untuk diri sendiri. Hmm..  Siapa yang nggak ngiler, menghitung pendapatan para praktisi bisnis,  pendapatan mereka melebihi sepuluh jari (dalam hitungan juta tentunya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puluhan tahun menjadi pegawai, setelan necis, parfum wangi, baru awal bulan gaji melayang tinggal gigit jari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kalau lebih lama saja, ngobrol dengan mereka. Dua banding sepuluh yang bisnisnya semulus yang kita bayangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibalik kesuksesan, atau bahkan “sedang berjalannya” bisnis mereka, banyak cerita gagal didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi untuk para pegawai yang ingin kaya… Gagal sekali, itu baru  peregangan. Satu gerakan peregangan tidak cukup hitungan satu saja. Ada  yang empat kali, bahkan standarnya delapan hitungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ke depan, saya dengan senang hati bercerita, tentang para praktisi yang saya temui setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senangnya berbagi. Siapa tau cerita mereka yang saya temui bisa menjadi inspirasi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3571824198512100509-7099848861304104248?l=www.ceritabisnis.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ceritabisnis.com/feeds/7099848861304104248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/belum-gagal-7-kali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7099848861304104248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3571824198512100509/posts/default/7099848861304104248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ceritabisnis.com/2011/07/belum-gagal-7-kali.html' title='Belum Gagal 7 Kali'/><author><name>Ipung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11825343964201383003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KxAdWFw9gFY/Thq7KRFgmmI/AAAAAAAAABw/HcHb9U9GFgk/s72-c/gagal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
