SHOPPING CART

close

5 Perbedaan Jualan Online di Marketplace dan Website Pribadi

5 Perbedaan Jualan Online di Marketplace dan Website Pribadi

Bisnis Online memang sedang merajai bisnis saat ini tak heran banyak sekali pengusaha konvensional yang beralih fungsi untuk berjualan di dunia online, sekarang ini ada banyak sekali tokoonline besar atau kita bisa sebut marketplace yang merajai retail produk di dunia online dan juga banyak terdapat toko online – toko online kecil yang ikut meramaikan. Nah pembahasan kali ini adalah 5 Perbedaan Jualan Online di Marketplace dan Website Pribadi

Bagi teman imers yang belum tahu bahwa sekarang kita pun bisa berjualan lewat marketplace lo hanya cukup mendaftar secara gratis dan langsung bisa jualan produk deh, marketplace terkenal di indonesia adalah LAzada, Shopee, bukalapak dll. Dan ada juga berjualan secara probadi dengan membuka website pribadi dengan memasarkan produknya. Pertanyaan berikutnya yang mana yang menguntungkan jualan di Marketplace atau lewat website pribadi ?

Ada banyak sekali pendapat mengenai 2 hal ini yakni kubu yang pertama menyarankan kalo mau sukses jualan online itu kita harus jualannya di marketplace. kubu yang kedua menyarankan supaya untuk menghindari perang harga. kita menghindari banting-banting harga ya, jelek-jelekin orang. kita jualannya harus mempunyai website sendiri nah ini adalah pendapat kami yang belum tentu benar. tapi semoga bisa menginspirasi buat teman-teman imers ya.

Baca : 3 Tanda Bahwa Anda Akan Menjadi Milyader – Inspirasi dan Motivasi

5 Perbedaan Jualan Online antara Marketplace dan Website Pribadi

  1. Pencarian trafik antara marketplace dan website pribadi

Yang pertama adalah tentang pencarian traffik. jadi kalo misalnya kita mempunyai website, pertama-tama kita membutuhkan yang namanya traffik ya. kalo ga ada traffik tentu saja kita gak ada pengunjung ya gimana mau ada yang beli, betul ga? nah untuk mempunyai traffik kita harus melakukan yang namanya promosi. terus kita iklan, nah kita iklannya itu tentunya membutuhkan biaya beda dengan marketplace dimana kalo marketplace itu adalah orang sudah pasti berkunjung kesana. kita gak perlu lagi yang namanya cari traffik disana karena memang traffiknya sudah dateng sendiri

2. Cara mengenali budget promosi

Di website Kita bisa melakukan promosi dengan gratisan. caranya kita sebarin backlink atau misalnya istilahnya tuh seo ya atau website-website orang lain. kita mengharapkan ketika orang lain lihat website melihat backlink yang kita sebarkan itu maka dia akan mengklik link tersebut dan akan berkunjung ke website kita dan akhirnya dia akan menjadi seorang pembeli dari produk kita.
Nah bedanya dengan marketplace, kalo marketplace itu kita ngiklanin ya kita pasang produk di marketplace kemudian tanpa harus pake budget promosi gratis tapi orang lain juga langsung nyari ke produk itu bedanya adalah type orang yang berkunjungnya. kalo orang berkunjung lewat melalui seo atau website gratisan. belum tentu dia tertarik dengan produk yang dipasang di website kita. tapi kalo misalnya kita pasangnya dimarketplace. orang memang mencari produk tersebut dan kemungkinan dia tertarik dan menjadi pembeli dari produk tersebut. dari produk yang kita pasang itu lebih tinggi

Tingkat konversi antara marketplace dan website Dari segi tingkat konversinya ya, konversi kemungkinan dia jadi. nah kita pasang iklan sembarangan dengan kita masang iklan di marketplace ya. tentunya orang mencari produk tersebut, maka kemungkinan dia akan beli. kemudian akan lebih tinggi dimarketpklace. ditambah marketplace itu menyediakan namanya escrow atau penjamin pembayar. jadi kalo misalkan sampai terjadi sesuatu sama si suppliernya sama kita nya. maka si pembeli itu akan merasa aman, karena duitnya kan belum sampai kita gitu. jadi kalo barangnya sampai gak dikirim ke si pembeli, maka duitnya akan dikembalikan.

Berbeda dengan website. orang harus percaya dulu dengan websitenya. untuk menciptakan kepercayaan baru-baru itu akan cukup sulit kecuali planning udah ok udah bagus. secara branding, websitenya keren, fast respon dan sebagainya. maka orang akan percaya dan dia akan mengirimkan uangnya langsung kepada si website ini ya. pemilik website ini yang artinya itu kita

3. Tingkat kesulitan dari buka toko online

Untuk jenis website akan jauh lebih sulit ketimbang anda membuat sebuah toko membuka toko dimarket place. karena market place dimana juga dia sudah menyediakan fitur-fitur yang memudahkan untuk orang-orang. untuk membuka lapak disana. tapi kalo website, anda harus belajar mendesainnya bagaimana warnanya bagaimana, cara ngatur layoutnya gimana?. templatenya seperti apa dan masih banyak unsur-unsur yang harus anda pelajari. ketika membuat sebuah website dan itu akan makan waktu yang cukup lama, anda sudah semangat usaha. tapi kepotong sama belajar, akibatnya nanti semangatnya jadi turun. dari tingkat keribetan, website lebih ribet ketimbang marketplace

4. Jumlah Profit yang di dapat

Berbicara mengenai profit itu adalah hal mutlak yang harus didapatkan ketika kita menjual sebuah produk. Dalam hal menjual produk online di marketplace itu profitnya lebih sedikit karena banyak kompetitor. tapi kalo kita jualnya di website sendir kita akan punya traffik sendiri dan profitnya bisa dapet lebih gede. profit yang di dapet tentunya sepadan dengan biaya iklan yang dikeluarkan.
Jadi kalo misalnya kita mencari traffik yang cepet, traffiknya pertarget memerlukan yang namanya iklan ya. tadi sebelumnya di tips nomor 2 saya ceritakan mengenai seo itu gratisan dan akan sangat lama sekali. tapi kalo kita mau cepet, kita harus pakai iklan yang berbayar. contohnya facebook ads atau google adword, tapi ini membutuhkan budget yang cukup besar. ya minimal 500 – 1 juta lah untuk ngiklan itu disana

Tapi beda dengan marketplace. kita dengan budget yang kecil sekitar 30 ribu kita sudah bisa mengiklankan sebuah produk. Memang untuk marketplace mempunyai prosedur tersendiri tapi ngiklannya lebih gampang. dari jenis buyer yang didapat, kalo kita ngiklaninnya di marketplace. targetin buyernya itu mencari reseller terus atau pembeli yang dalam kondisinya besar contohnya kita menjual ke industri ya sekali ngordernya sampe 5 juta hingga 10 juta. strategi ini lebih rekomendasi untuk menjual di marketplace guys.

Tapi kalo misalnya kita memang nyari penjualnya yang typical eceran and user yang pembeli langsung sebaiknya kita jualannya diwebsite aja, dimana orang datang langsung ke website kita. lalu dia belanja diwebsite kita, tentunya website kita harus terpercaya terlebih dahulu. brandnya bagus, desainya bagus, fast respon.

5. Pricing produk

Berbicara mengenai namanya pricing kalo dimarketplace itu ada yang namanya fitur terendah ya. jadi harga terendah dia akan mengurutkan harga terendah sampai termahal. kalo kita misalkan jualan di marketplace memang betul banyak terjadi perang harga, jadi faktor harga sangat berpengaruh laku tidaknya produk anda di marketplace.

Untuk website sendiri, penentuan pricing produk cenderung harganya suka-suka. ada yang dimarket place harganya 30 ribu, anda jual diwebsite itu harganya 200 ribu diiklankan pake fb ads seperti itu. jadi kalo untuk bicara soal harga pricing lebih bagus diwebsite sendiri dan profit yang didapatkan bisa lebih banyak kalo anda jualan di website.

kalau anda baru memulai bisnis online, dan belum mempunyai yang namnya supplier. cukup bagus jika anda mencari supplier-supplier itu dimarket place, kenapa?. karena kita bisa melihat track recordnya si supplier itu bagus atau jelek, dari mana? dari kolom diskusi, terus dari rating dari peringkat nya contohnya di tokopedia tuh ada silver, gold ata misalnya bronze.

Terus kita bisa lihat barang yang sering dia jual apa dan yang bintangnya paling banyak itu seperti apa. responnya seperti apa durasinya dan terakhir online kapan nah itu. jadi kalo misalnya kita mencari supplier di market place itu lebih banyak indikatornya ketimbang kita cari supplier di website atau di google kita ketik misalnya jual bahan bangunan, jual distributor bangunan.

Jadi saran kami ketika anda ingin mencari seorang supplier cari dimarketplace. jika anda ingin memulai bisnis online dari basic banget mulailah dari marketplace. kecuali anda sudah menguasai yang namanya bikin website, mulailah dari website terlebih dahulu. ya pada ujung-ujungnya anda harus mempunyai yang namanya website.

Tapi kalo bikin yang namanya website dari awal itu kan repot ya jadi sambil anda mencari pembeli, anda mencari buyer, anda mengumpulkan reseller. dari marketplace anda sambil belajar bikin website. Lalu data-data yang anda dapat dari marketplace itu anda masukan sebagai sebuah listing. yang akan anda masukan kedalam email dan anda bisa follow up dengan email marketing dengan whatsapp. untuk menjaga keep in touch dengan customer anda.

Baca artikel lainnya : 12 Ide Bisnis Online Dengan Modal Minim Hingga Tanpa Modal 2019

oke jadi website dan marketplace adalah 2 unsur yang saling berhubungan yang saling mendukung satu sama lain. tapi jika anda ingin serius di bisnis online, memiliki sebuah website adalah wajib banget hal iniberguna untuk menjadi media bisnis online anda yang paling jitu. yang paling terpercaya dan juga paling oke punya.

Pembuatan sebuah website sebenarnya tidaklah begitu susah kok jika anda mau mempelajarinya atau anda mengikuti komunitas bisnis online seperti SB1M yang mengajarkan banyak hal tentang internet disana dari buat website, mencari uang lewat internet, berjualan online dan lain lain, untuk mendaftarnya Klik daftar SB1M

Kami juga siap untuk membantu pembuatan website tipe blog jika anda tertarik baca

Demikian ulasan mengenai 5 Perbedaan Jualan Online di Marketplace dan Website Pribadi, semoga selalu bermanfaat. Terimakasih.

Tags:

0 thoughts on “5 Perbedaan Jualan Online di Marketplace dan Website Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.